Sabtu, 11 Oktober 2014

Suatu Senja di Masjidil Aqsa

Bergegas melangkahkan kaki di sela - sela suara azan yang menggema, memanggil untuk segera menunaikan kewajibann kepada sang Pencipta. Langit yang memerah saga menghantarkan sang mentari selesai menunaikan tugasnya. Melewati lorong lorong berliku dengan dinding batu yang kusam dan dingin serta jalan jalan berbatu, tak rata dan naik turun. Senja yang mulai gelap, di kiri dan kanan tampak  beberapa jendela dan pintu yang sebagian telah tertutup dan beberapa diantaranya masih menyingkapkan sedikit sisa pemandangan dari dalam bangunan seperti rumah yang sangat sederhana dengan cahaya lampu redup seadanya.


Anak anak kecil yang berlarian dilorong remang dan saling mendahului dengan tawa riangnya sangat kontras dengan beberapa laki laki muda yang berpakaian loreng dengan senjata lengkap......tentara Israel yang berpatroli.

Beberapa laki laki dan perempuan juga tampak bergegas menuju ke satu tempat, menunaikan shalat Maghrib di MASJIDIL AQSA. Dari Jauh gerbang masuk ke kawasan Al Haram Al Sharif sudah tampak. Gerbang selebar 2 meter dengan dua pintu berwarna hijau itu dijaga beberapa orang tentara Israel yang bersenjata lengkap.

Satu persatu orang - orang  melewati pintu gerbang yang di jaga tentara Israel yang bersenjata lengkap itu. Ketika giliranku dan bu Syahlan mau memasuki gerbang itu, tentara itu menghentikan kami dan bertanya
 “  where are you going “
Aku menjawab “ Pray to Al Aqsa Mosque “
Tentara itu bertanya lagi “ Are you Moslem “
Kami menjawab “ Yes, Of course”
Tentara itu berkata lagi “  Syahadat”

Kemudian aku dan ibu syahlan bergantian mengucapkan kalimat syahadat “ Ashadu alla ilaha illallah wa ashadu anna muhammadar rasulullah “

Dia kemudian menoleh ke ibu Syahlan dan kemudian berkata “ You.....Alfatihah”

Aku merasakan genggaman tangan bu Syahlan yang semakin erat dan dingin.....dengan terbata – bata bu Syahlan  mengucapkan surat Al fatihah. Aku merasakan suaranya yang bergetar saat mengucapkan ayat ayat itu. Membaca Surah Al fatihah yang setiap hari berkali kali kita baca bukanlah hal sulit, tetapi ketika kita melakukan itu di bawah todongan senjata laras panjang dan di pelototi oleh sekawanan tentara Israel yang berpakaian loreng.....Hm....

ketika ibu Syahlan selesai membaca Al Fatihah,  mereka menatap kami tajam dan kemudian memberi kami jalan untuk melewati pintu gerbang itu dan masuk ke kawasan suci yang di sebut Al Haram Al syarif dimana Masjidil Aqsha berada.

Suasana asri dengan pepohonan rindang di sepanjang mata memandang dengan semburat warna jingga yang mulai menghilang. Suara Azan magrib yang masih menggema memacu langkah untuk bersegera melewati lagi jalan berbatu yang rata. Sebelah kiri dari gerbang masuk terdapat toilet untuk buang air kecil dan berwudhu untuk laki laki dan perempuan.

Al Haram Al Sharif artinya tanah suci yang mulia atau dalam bahasa Inggris di sebut Temple Mount ini adalah komplek bangunan suci umat Islam yang dikelilingi tembok berbentuk persegi panjang di bagian timur Yerusalem. Maksud kata “ Haram” artinya Suci ( seperti Tanah Haram di Makkah dan Madinah, maksudnya dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesuciannya ) di sinilah terdapat dua bangunan yang sangat penting bagi umat Islam yaitu Masjid al Aqsa dan Kubah As Shakrah.